Belajar dari Darpa, Rising Above the Gathering Storm: Energizing and Employing America for a Brighter Economic Future
Oleh: Syafedi Syafei Ph.D
Belajar dari DARPA
Apakah itu DARPA ? Sekilas kedengarannya seperti salah satu alat musik, tetapi ini adalah hal lain, bukan alat musik Harpa. DARPA adalah suatu lembaga penelitian yang ada di Amerika Serikat. Kalau anda pernah belajar tentang sejarah internet, tentu anda sudah pernah mendengarnya. Ini adalah lembaga yang melakukan penelitian dan menemukan teknologi Internet. DARPA adalah singkatan dari Defense Advance Research Project Agency. Temuan yang dilakukan oleh DARPA yang siknikan tidak hanya Internet, tetapi juga microelektronik kecepatan tinggi, stealth dan teknologi satelit, pesawat tak berawak, dan material baru.
DARPA didirikan tahun 1958 dengan anggaran belanja sebesar $ 500 jt, setelah Sputnik diluncurkan oleh Sovyet. Pada tahun 2005 anggaran belanjanya sebesar $ 3.1 M. Tetapi ditinjau dari jumlah karyawannya, ini adalah organisasi kecil, dengan bentuk non-hirarkhi. Jumlah karyawannya adalah 220 orang termasuk staff teknik sebanyak 120 orang. Tetapi lembaga ini bisa mengangkat karyawan baru dari kalangan akademik dan industri dengan cepat dan gaji yang luar biasa tingginya melebihi gaji lembaga pemerintah lainnya.
Menurut Lawrence Dubois, DARPA menanyakan pertanyaan berikut kepada Principal Investigator, project leader, program manager :
* What are you trying to accomplish?
* How is it done today and what are the limitations? What is truly new in your approach that will remove current limitations and improve performance? By how much? A factor of 10? 100? More? If successful, what difference will it make and to whom?
* What are the midterm exams, final exams, or full-scale applications required to prove your hypothesis? When will they be done?
* What is DARPA’s exit strategy? Who will take the technologies you develop and turn them into new capabilities or real products?
* How much will it cost?
Tentang system kerja DARPA, Dubois mengutip ungkapan yang dinyatakan oleh eks program manager DARPA:
Manajemen Program DARPA aktivitasnya sangat proaktif. Dia mengumpamakan programnya seperti main catur dalam bentuk multidimensional.Sebagai pemain catur, pemain harus tau tujuannya, tetapi ada berbagai cara untuk menggerakkan bidak catur untuik mencapai kemenangan. Misal manager program, pemain catur memulai dengan beberapa gerak bidak (kelompok peneliti independen) yang berada pada lokasi yang berbeda dan juga dengan kapabilitas yang berbeda (fundamental, aplied, eksperimen, dan teori). (keterangan, Sejarah Internet dimulai dengan ARPANET yaitu bentuk komunikasi antar peneliti DARPA yang berada pada lokasi berbeda Universitas, pusat penelitian yang tersebar di beberapa state) Seseorang menggunakan team ini untuk mencapai titik serang (pada suatu kasus menyelesaikan beberapa masalah utama dan yang lainnya menyerang/menangkalnya). Yang menarik pada kasus tersebut adalah tantangan karena sasaran secara kontinu bergerak/berubah.
Kisah sukses, sistem kerja dan bentuk organisasi DARPA menjadi inspirasi bagi
Komite pada ”Prospering in The Global Economy of the 21st century an agenda for American Science and Technology, National Academy of Sciences, National Academy of Engineering, Institute of Medicine”, sehingga komite sepakat merekomendasikan sistem ini diterapkan untuk penelitian bidang energi (dibawah DOE) disebut ARPA-E.
Banyak hal menarik diuraikan pada buku ”Rising Above the Gathering Storm: Energizing and Employing America for a Brighter Economic Future”, terbitan National Academy of Sciences (2007). Sebagian besar fokus buku ini adalah pengelolaan SDM dan energi. Beberapa saya kutip dibawah.
Buku ini menurut saya (sok tau nih) harus dibaca oleh pembuat keputusan (policy maker) bidang Science, Engineering, dan energy. Lembaga-lembaga seperti CSIS (masih ada nggak?), CIDES, ISTEKS, BINTEKS, MITI, Habibie center.
Kebetulan, mumpung Indonesia lagi dibolehkan dowload pdf gratis, buru-buru lah biar Indonesia lebih maju.
Beberapa Kutipan:
Recommendation C: Make the United States the most attractive
setting in which to study and perform research so that we can
develop, recruit, and retain the best and brightest students, scientists,
and engineers from within the United States and throughout
the world.
Far beyond their (Tenaga ahli China, India) role in Silicon Valley, the professional and social networks that link new immigrant entrepreneurs with each other have become global institutions that connect new immigrants with their counterparts at home.
These new transnational communities provide the shared information, contacts,
and trust that allow local producers to participate in an increasingly global economy.
Silicon Valley’s Taiwanese engineers, for example, have built a vibrant twoway
bridge connecting them with Taiwan ’s technology community. Their Indian
counterparts have become key middlemen linking U.S. businesses to lowcost
software expertise in India . These cross-Pacific networks give skilled
immigrants a big edge over mainstream competitors who often lack the language skills, cultural know-how, and contacts to build business relationships in Asia. The long-distance networks are accelerating the globalization of labor
markets and enhancing opportunities for entrepreneurship, investment, and
trade both in the United States and in newly emerging regions in Asia
Sumber: Rising Above the Gathering Storm: Energizing and
Employing America for a Brighter Economic Future

0 Comments on “Belajar dari Darpa, Rising Above the Gathering Storm: Energizing and Employing America for a Brighter Economic Future”
Leave a Comment