jendelague.com Rotating Header Image

Pungutan Ekspor Nol Persen

JAKARTA, JUMAT - Pungutan Ekspor (PE) nol persen berlanjut hingga harga minyak sawit mentah (CPO) mencapai 700 dollar per ton. Pemberlakuan PE nol persen itu berlanjut, tidak hanya sampai November tahun ini,” kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Jumat (31/10).

Sampai kini, harga CPO masih di posisi rendah, di kisaran Rp350 per kilogram. Sebelum krisis perlambatan ekonomi dunia makin meluas, harga CPO masih bertahan di kisaran 700 dollar AS hingga 1.200 dollar AS per ton.

Lebih lanjut menurut Mari, penetapan PE tersebut juga tak mengganggu suplai dalam negeri. “Itu pun juga membuat harga minyak goreng terjaga,” imbuh Mari.

Pada Jumat ini, Harian Kontan menulis, ada dugaan terjadi kenaikan harga minyak goreng gara-gara kebijakan PE nol persen. Soalnya, ekspor CPO bakal makin jor-joran dan meninggalkan pasokan dalam negeri. Nantinya, harga minyak goreng di tingkat produsen bakal tersundul Rp200 per kilogram.

Sementara itu, kebutuhan CPO dalam negeri untuk minyak goreng berada di angka 3,5 juta ton hingga 4 juta ton per tahun. Sekarang, stok CPO dalam negeri berada jauh di angka 2 juta ton.

Selain itu, sebagai langkah antisipasi melemahnya pasar CPO internasional tahun depan, pemerintah, melalui Departemen Energi Sumber Daya Mineral memberlakukan aturan kandungan CPO pada bahan bakar minyak (BBM). Pada 2009, kandungannya baru mencapai satu persen. “Pada 2010, kandungan CPO mencapai lima persen,” demikian Mari Elka Pangestu.

0 Comments on “Pungutan Ekspor Nol Persen”

Leave a Comment